Mission Imposible Prabowo Subianto Bersama Pasukan Kopassus di Papua,


Nama Mayjen (Purn) Prabowo Subianto tenar sebagai Danjen Kopassus yang disegani dan dicintai prajuritnya. Sudah banyak prestasi korps baret merah tersebut saat dikomandai mantan menantu Presiden RI ke-2 Soeharto. Salah satunya adalah operasi pembebasan sandera  Mapenduma. 

Merunut dari situs Wikipedia, Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma adalah operasi militer untuk membebaskan peneliti dari Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera Organisasi Papua Merdeka dalam peristiwa Krisis sandera Mapenduma. Operasi ini sebagian besar anggotanya berasal dari Kopassus. Operasi yang dimulai tanggal 8 Januari 1996 sejak dilaporkannya peristiwa penyanderaan tersebut, dipimpin oleh Komandan Kopassus Prabowo Subianto.
Operasi ini berakhir tanggal 9 Mei 1996 setelah penyerbuan Kopassus ke markas OPM di Desa Geselama, Mimika. Dalam penyerbuan ini, 2 dari 11 sandera ditemukan tewas, Matheis Yosias Lasembu, seorang peneliti ornitologi dan Navy W. Th. Panekenan, seorang peneliti biologi.

Cerita berawal dari 8 Januari 1996, saat itu Mission Aviation Fellowship cabang Wamena melaporkan kepada Kodim Jayawijaya, Irian Jaya, bahwa sejumlah peneliti yang tergabung dalam Ekspedisi Lorentz 95 disandera oleh OPM kelompok Kelly Kwalik, di desa Mapenduma, kecamatan Tiom, Jayawijaya.
Ekspedisi itu sendiri sudah berada di Mapenduma, sekitar 160 km di barat daya Wamena, sejak tanggal 18 November 1995
Pasukan Komando Pasukan Khusus yang dipimpin Prabowo Subianto diterjunkan ke dalam misi pembebasan sandera tersebut.
Prabowo Subianto dalam salah satu program televisi swasta pada tahun 2012 lalu mengatakan, kesulitan yang paling besar waktu di Mapenduma adalah kondisi alam. 
"Lingkungannya sangat sulit, hutannya sangat sulit, pohonnya sangat tinggi Lebat. Komunikasi tidak ada dan kita tidak punya peta daerah itu. Biasanya kalau tentara itu pakai peta topografi 1:50.000 bahkan ada negara-negara maju bisa 1:25.000, kadang 1:10.000 jadi lebih detail lebih akurat. Kita pakai peta 1:1.000.000, ha…ha…ha…." jelasnya.

Menurut Prabowo, dulu TNI tidak punya akses pada satelit sedangkan saat ini banyak satelit komersial yang bisa menyajikan data. Dengan kondisi seperti itu, Prabowo memperkirakan bahwa tingkat keberhasilan operasi pembebasan sandera tersebut hanya 50 persen.

Setelah 4 bulan lebih seminggu drama penyanderaan itu tak kunjung selesai. barulah pasukan baret merah setelah ada izin dari otoritas tertinggi Jakarta dan persetujuan wakil negara-negara yang terlibat dalam negosiasi diangkut menggunakan 8 helikopter jenis Bell 412 dan Bolco 105 milik Dinas Penerbang AD menuju sasaran.
Baca Juga:Bikin Terharu,,!!! Prabowo dan Prajurit Tertidur di Emeperan Istana.Inilah Kisahnya Bikin,,,,,,
Brigjen Prabowo Subianto (saat itu komandan pasukan Baret Merah) turut serta dalam penyerbuan itu. Namun sandera yang sudah dibawa kabur gerombolan ke tengah hutan ternyata gagal ditemukan. Operasi pencarian pun dilanjutkan kembali. Satuan pemburu jejak yang telah menguntit gerakan gerombolan langsung di hutan selama berbulan-bulan diperintahkan mempertajam daya endusnya. 

Unit ini terdiri dari anggota Kopassus dan tentara asal Papua yang sudah mendapat pelatihan memburu jejak dan survival di hutan. Hasil kuntitan tim inilah yang menentukan titik koordinat keberadaan para penyandera. Kegiatan mereka dibantu pengamatan udara dengan pesawat tanpa awak RPVs (remote pilot vehicles) yang dilengkapi sistem airborne thermal infrared sensing system (ATIRSS), penjejak panas yang disewa dari Singapura.
Dilansir dari berbagai sumber, pada tanggal 15 Mei 1996, drama penyanderaan 129 hari itu diakhiri. Satu unit (sembilan orang) pemukul Kopassus berhasil menjepit gerombolan. Upaya ini berhasil menyelamatkan sembilan sandera oleh tim pencegat dari Batalion 330. Dari 11 sandera yang masih bersama OPM, 9 sandera dibebaskan dengan selamat, sedangkan dua yang lain, keduanya warga negara Indonesia, masing-masing Navy Panekenan dan Yosias Mathias Lasamahu, meninggal dunia dibacok OPM. Di pihak OPM, menurut keterangan ABRI, 8 orang tewas dalam pertempuran jarak dekat, dua ditahan. Sedangkan dari pihak TNI tercatat lima anggotanya gugur akibat jatuhnya sebuah helikopter saat penyerbuan.
Baca Juga:Ngerii..!!! Saat Prabowo Menampar Perwira Pasukan Delta Force AS Sampai Tersungkur

Sumber:http://www.jitunews.com/read/31123/mission-imposible-prabowo-subianto-bersama-pasukan-kopassus-di-papua/2

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mission Imposible Prabowo Subianto Bersama Pasukan Kopassus di Papua,"

Posting Komentar